Sampah Makanan di Industri Pariwisata: Seminar Solusi HAKLI Bogor
Sektor pariwisata Indonesia, yang terus menunjukkan pertumbuhan pesat, kini menghadapi tantangan lingkungan yang cukup kompleks terkait sampah makanan atau food waste. Dalam merespons isu ini, HAKLI Cabang Bogor telah menyelenggarakan seminar strategis yang fokus pada perumusan solusi konkret bagi para pelaku industri pariwisata. Hotel, restoran, dan tempat rekreasi menjadi titik krusial dalam rantai produksi sampah yang jika tidak dikelola, akan berdampak buruk pada kualitas sanitasi kawasan wisata dan citra destinasi secara keseluruhan.
Seminar tersebut menyoroti bahwa sampah makanan dari sektor pariwisata bukan sekadar masalah sisa konsumsi, tetapi juga berkaitan dengan pemborosan sumber daya energi, air, dan lahan yang digunakan dalam proses penyediaan makanan. Para ahli dari HAKLI Bogor menekankan bahwa paradigma “sekali pakai atau sisa dibuang” harus segera diganti dengan sistem circular economy atau ekonomi sirkular. Mereka memaparkan data bahwa hotel dan restoran di kawasan wisata sering kali menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang melebihi kapasitas pengelolaan limbah lokal, yang berisiko mencemari lingkungan sekitar jika tidak diolah dengan benar.
Solusi yang ditawarkan dalam seminar tersebut bersifat holistik, mulai dari manajemen rantai pasok hingga pengelolaan akhir sampah. Pelaku industri pariwisata didorong untuk melakukan audit makanan di dapur mereka untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang sering menjadi sampah. Misalnya, dengan menyesuaikan porsi makanan atau memperkirakan kebutuhan bahan baku secara lebih akurat ( precision cooking), volume sisa makanan yang dihasilkan dapat ditekan secara signifikan sejak dari dapur. Selain itu, penggunaan teknologi pengomposan skala lokal di hotel atau kawasan wisata menjadi salah satu alternatif paling realistis.
Salah satu poin menarik adalah inisiatif penyaluran kelebihan makanan (food surplus) yang masih layak konsumsi kepada komunitas yang membutuhkan melalui platform yang terpercaya dan higienis. HAKLI Bogor juga mendorong para pelaku industri untuk bersinergi dengan petani lokal sebagai mitra dalam pengelolaan sampah organik, di mana sisa makanan yang terpilah bisa dijadikan bahan pakan ternak atau kompos bagi pertanian di sekitar kawasan wisata. Langkah ini tidak hanya mengurangi beban sampah tetapi juga memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.


