HAKLI BOGOR

Loading

Kompos Rumah Tangga: Solusi HAKLI Bogor Kurangi Beban TPA

Kompos Rumah Tangga: Solusi HAKLI Bogor Kurangi Beban TPA

Pertumbuhan penduduk yang pesat di wilayah Bogor berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga kini menghadapi tekanan yang luar biasa karena kapasitasnya yang semakin terbatas. Di tahun 2026, paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari sekadar “kumpul-angkut-buang” menjadi pengelolaan di sumbernya. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) wilayah Bogor memperkenalkan gerakan pembuatan kompos rumah tangga sebagai strategi efektif untuk memutus rantai penumpukan sampah organik yang mendominasi lebih dari 60% total timbulan sampah harian.

Masalah utama sampah organik di TPA bukan hanya soal volume, tetapi juga dampak lingkungannya yang berbahaya. Sampah organik yang menumpuk tanpa oksigen akan menghasilkan gas metana yang berkontribusi pada pemanasan global dan berisiko memicu ledakan serta kebakaran di area TPA. Sebagai solusi HAKLI, masyarakat diajarkan untuk mengolah sisa makanan, kulit buah, dan sampah dapur lainnya menjadi pupuk organik cair maupun padat melalui metode pengomposan mandiri. Langkah ini tidak hanya mengurangi beban transportasi sampah menuju TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomis bagi warga yang memiliki hobi berkebun atau pertanian perkotaan.

Tenaga sanitarian di Bogor memberikan pendampingan teknis mengenai berbagai metode pengomposan yang cocok untuk area perkotaan dengan lahan terbatas, seperti metode Takakura, komposter pot, hingga penggunaan lubang biopori. Metode biopori, yang juga sangat relevan dengan karakteristik Bogor sebagai kota hujan, berfungsi ganda sebagai sarana peresapan air dan tempat pengolahan sampah organik. Dengan memasukkan sampah organik ke dalam lubang biopori, mikroba tanah akan mengolahnya menjadi kompos secara alami, sekaligus menjaga struktur tanah tetap gembur dan mampu menyerap air hujan dengan optimal untuk mencegah banjir.

Gerakan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa sampah bukanlah musuh, melainkan sumber daya jika dikelola dengan ilmu kesehatan lingkungan yang tepat. Melalui peran aktif HAKLI Bogor, sekolah-sekolah dan komunitas warga dilatih untuk memilah sampah sejak dari meja makan. Pemilahan yang disiplin adalah syarat mutlak keberhasilan pengomposan. Jika sampah organik tercampur dengan plastik atau bahan kimia, maka kualitas kompos yang dihasilkan akan menurun dan proses penguraian akan terhambat. Kesadaran kolektif inilah yang terus dibangun melalui sosialisasi yang berkelanjutan di tingkat RT dan RW.