HAKLI Bogor Tuntaskan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kabupaten
Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) cabang Bogor telah memimpin upaya signifikan dalam akselerasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Wilayah Kabupaten Bogor yang luas dan memiliki beragam karakteristik geografis. STBM, sebuah pendekatan holistik yang berfokus pada perubahan perilaku higienis, dianggap HAKLI sebagai strategi paling efektif untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam aspek sanitasi dan air bersih.
Tantangan utama dalam implementasi STBM di Wilayah Kabupaten Bogor adalah keragaman wilayah, mulai dari daerah dataran tinggi yang padat hingga daerah perdesaan yang terpencil. HAKLI Bogor mengadopsi strategi lokalisasi, di mana pendekatan dan teknologi sanitasi disesuaikan dengan kondisi lokal. Misalnya, di daerah yang memiliki muka air tanah tinggi, HAKLI merekomendasikan solusi septic tank komunal berbasis biofilter atau sistem pengolahan air limbah terpusat (SPALD-T) yang dirancang khusus untuk mencegah kontaminasi air tanah.
Program STBM di bawah inisiasi HAKLI berfokus pada lima pilar kunci: Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). HAKLI memastikan bahwa setiap pilar dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat melalui metode pemicuan (triggering) yang membangkitkan kesadaran dan komitmen kolektif, alih-alih memberikan bantuan subsidi fisik yang seringkali kurang berkelanjutan.
Peran HAKLI di Wilayah Kabupaten Bogor adalah sebagai fasilitator dan validator. Para ahli kesehatan lingkungan HAKLI memberikan pelatihan intensif kepada kader desa dan petugas Puskesmas tentang teknik pemicuan STBM yang efektif. Mereka juga melakukan verifikasi lapangan secara berkala untuk memantau kemajuan desa dalam mencapai status ODF (Open Defecation Free). Pendekatan profesional dan berbasis data ini memastikan bahwa program STBM yang dijalankan tidak hanya mencapai target kuantitatif tetapi juga mempertahankan kualitas lingkungan yang sesungguhnya.
Melalui penuntasan STBM di Wilayah Kabupaten Bogor, HAKLI tidak hanya berfokus pada pembangunan jamban, tetapi pada perubahan perilaku yang berkelanjutan. HAKLI Bogor membuktikan bahwa dengan pendekatan partisipatif yang kuat dan dukungan teknis dari ahli kesehatan lingkungan, masalah sanitasi yang kronis di daerah pedesaan dapat diatasi, secara signifikan mengurangi angka Penyakit Berbasis Lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


