HAKLI BOGOR

Loading

Food Inspector: Cara HAKLI Bogor Memastikan Jajanan Sekolah Bebas dari Zat Aditif Berbahaya

Food Inspector: Cara HAKLI Bogor Memastikan Jajanan Sekolah Bebas dari Zat Aditif Berbahaya

Keamanan pangan di lingkungan sekolah merupakan isu krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Di Bogor, maraknya pedagang kaki lima di sekitar sekolah menuntut adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam panganan tersebut. HAKLI Bogor mengambil peran aktif sebagai “Food Inspector” atau pengawas pangan sekolah untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi penggunaan zat aditif berbahaya pada jajanan siswa. Melalui inspeksi rutin dan uji laboratorium sederhana, para ahli kesehatan lingkungan ini bekerja keras memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa di Bogor tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman bagi kesehatan jangka panjang.

Praktik pengawasan yang dilakukan HAKLI Bogor dimulai dengan pengambilan sampel jajanan yang memiliki ciri-ciri mencurigakan, seperti warna yang terlalu mencolok atau tekstur yang terlalu kenyal secara tidak wajar. Fokus utama deteksi ditujukan pada zat aditif berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil (Rhodamin B dan Metanil Yellow) yang sering kali disalahgunakan untuk menekan biaya produksi atau meningkatkan tampilan makanan. Para sanitarian memberikan edukasi kepada para pedagang mengenai bahaya zat tersebut yang dapat memicu kerusakan organ hati, ginjal, hingga risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama oleh anak-anak.

Selain melakukan penindakan dan pengawasan, HAKLI Bogor juga memberikan pendampingan teknis bagi para pengelola kantin sekolah mengenai cara memilih bahan baku yang aman. Mereka diajarkan untuk lebih jeli dalam membaca label komposisi produk dan menghindari bahan tambahan pangan yang tidak terdaftar di BPOM. Identifikasi zat aditif berbahaya dilakukan bukan untuk mematikan usaha pedagang, melainkan untuk membimbing mereka beralih ke bahan-bahan alami yang lebih sehat, seperti pewarna dari daun suji atau kunyit, serta pengawet alami yang tidak merugikan kesehatan. Edukasi ini menciptakan ekosistem perdagangan di lingkungan sekolah yang lebih bertanggung jawab dan beretika.

HAKLI Bogor juga membekali para siswa dan guru dengan pengetahuan praktis untuk mengenali ciri-ciri makanan yang mengandung zat aditif berbahaya. Melalui simulasi di kelas, siswa diajak untuk menjadi detektif pangan yang mampu membedakan jajanan sehat dan jajanan berisiko. Misalnya, mereka diajarkan bahwa mi yang mengandung formalin biasanya tidak akan dihinggapi lalat dan memiliki bau yang menyengat. Dengan membekali siswa dengan kemampuan filter mandiri, risiko terpapar bahan kimia beracun dapat ditekan dari sisi konsumen, sehingga para pedagang nakal akan kehilangan pasarnya secara alami.