HAKLI BOGOR

Loading

Faktor Cuaca Ekstrim Bisa Jadi Pemicu Penyakit

Faktor Cuaca Ekstrim Bisa Jadi Pemicu Penyakit

Cuaca ekstrim saat ini menjadi perhatian besar di berbagai wilayah Indonesia, terutama karena dapat menjadi pemicu penyakit yang serius. Di awal Mei 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa anomali suhu panas yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya bisa meningkatkan risiko mendatangkan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi, hingga penyakit kulit.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ratna Andini, dalam konferensi pers pada Rabu, 7 Mei 2025, di Balai Kota, lonjakan suhu udara di atas 34°C berpotensi besar menjadi pemicu penyakit di kalangan anak-anak dan lansia. Data dari RSUD Tarakan Jakarta menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1-7 Mei 2025, tercatat peningkatan kunjungan pasien ISPA hingga 25% dibandingkan minggu sebelumnya.

Cuaca ekstrim tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Pada Kamis, 8 Mei 2025, Psikolog dari Universitas Indonesia, Dr. Bagus Prasetyo, menjelaskan bahwa gelombang panas yang berkepanjangan bisa menyebabkan stres, gangguan tidur, bahkan memperburuk kondisi penyakit kronis seperti hipertensi. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan secara tidak langsung dapat menjadi pemicu penyakit berbahaya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat bersama Satgas Penanganan Bencana Alam menggelar kegiatan pembagian masker gratis dan penyuluhan kesehatan di kawasan Monas pada Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan mengurangi dampak polusi udara dan debu yang juga menjadi faktor tambahan pemicu penyakit di musim kemarau panjang.

Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung tubuh seperti topi dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala gangguan pernapasan atau dehidrasi. Dengan menjaga kesehatan tubuh dan memperhatikan kondisi lingkungan, kita dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh pemicu penyakit akibat cuaca ekstrim.

Cuaca ekstrim yang menjadi faktor utama pemicu penyakit ini memang tidak bisa dihindari, namun dengan upaya pencegahan yang tepat, risiko kesehatan dapat diminimalkan.