HAKLI BOGOR

Loading

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh HAKLI Buleleng

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) oleh HAKLI Buleleng

Sanitasi merupakan pilar utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Di Kabupaten Buleleng, HAKLI terus menggencarkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai strategi utama untuk merubah perilaku hidup bersih masyarakat desa. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jamban sehat, tetapi lebih menekankan pada perubahan paradigma masyarakat agar sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari buang air besar sembarangan (BABS) dan pengelolaan limbah rumah tangga yang higienis.

Penerapan STBM oleh HAKLI Buleleng berfokus pada lima pilar utama yang sangat krusial. Pilar pertama adalah menghentikan perilaku buang air besar sembarangan. Banyak masyarakat di pedesaan masih menganggap sungai atau lahan terbuka sebagai tempat yang lazim untuk buang air besar. Melalui pendekatan persuasif, tim HAKLI melakukan “pemicuan” di tingkat desa untuk memicu rasa malu dan kesadaran kolektif warga akan dampak kesehatan dari praktik tersebut. Setelah kesadaran terbentuk, barulah diberikan pendampingan untuk membangun jamban sehat yang memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Pilar kedua dan ketiga mencakup cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan air minum serta makanan rumah tangga yang aman. Sering kali, penyakit menular seperti diare atau kolera muncul bukan karena kurangnya air, melainkan karena perilaku higienis yang belum membudaya. HAKLI Buleleng memberikan edukasi teknis kepada ibu rumah tangga mengenai cara menyimpan air minum agar tidak terkontaminasi bakteri, serta pentingnya menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat yang membawa bibit penyakit dari tempat pembuangan kotoran yang tidak tertutup.

Pilar keempat dan kelima menyasar pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah cair rumah tangga. Di wilayah Buleleng yang memiliki karakteristik geografis beragam, mulai dari pesisir hingga pegunungan, pengelolaan limbah menjadi tantangan tersendiri. HAKLI Buleleng memberikan solusi praktis berupa pembuatan lubang peresapan untuk limbah cair agar tidak langsung dibuang ke selokan. Sementara itu, untuk limbah padat, warga diajak untuk memilah sampah organik yang dapat dijadikan kompos, sehingga mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara.

Keberhasilan program STBM di Buleleng tidak lepas dari peran aktif kader kesehatan desa. HAKLI memberikan pelatihan intensif kepada para kader ini agar mereka menjadi agen perubahan di lingkungan tempat tinggalnya.