Sanitasi Total Berbasis Masyarakat: Inovasi HAKLI Bogor untuk Desa Sehat
Kabupaten Bogor memiliki wilayah pedesaan yang luas dengan karakteristik topografi pegunungan dan lembah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan sarana sanitasi. Banyak warga yang masih memiliki kebiasaan buang air besar ke sungai atau kolam, yang berdampak pada kualitas air di wilayah hilir. HAKLI Bogor merespons tantangan ini dengan mengedepankan pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Program ini bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan sebuah inovasi HAKLI Bogor untuk desa sehat yang menitikberatkan pada perubahan perilaku dan pemberdayaan komunitas. Melalui pemicuan kesadaran, diharapkan masyarakat desa mampu secara mandiri membangun dan memelihara sarana sanitasi yang layak guna meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah stunting pada anak-anak.
Pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat di Bogor diawali dengan proses pemicuan di lapangan yang dilakukan oleh tenaga sanitarian terlatih. Inovasi HAKLI Bogor untuk desa sehat dalam tahap ini adalah menggunakan metode demonstrasi visual yang menunjukkan bagaimana kotoran manusia dapat berpindah ke makanan melalui perantara lalat atau aliran air. Rasa jijik dan malu yang dibangkitkan secara psikologis mendorong warga untuk segera berjanji mengubah perilaku mereka. HAKLI menekankan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama; satu rumah yang masih melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) akan membahayakan seluruh warga desa. Keberhasilan STBM diukur dari adanya komitmen kolektif desa untuk mencapai status ODF (Open Defecation Free) secara permanen dan mandiri.
Pilar kedua dalam sanitasi total berbasis masyarakat adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Inovasi HAKLI Bogor untuk desa sehat melibatkan pembuatan sarana cuci tangan kreatif dari bahan lokal yang mudah ditemukan di pedesaan, seperti bambu atau jerigen bekas. Edukasi ditekankan pada waktu-waktu kritis mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas dari kamar mandi. Di lingkungan sekolah desa, HAKLI membina dokter kecil sebagai agen perubahan untuk menularkan kebiasaan CTPS kepada teman sebaya dan orang tua di rumah. Dengan membudayakan cuci tangan, angka kejadian penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan di desa-desa Bogor dapat ditekan secara drastis, sehingga produktivitas warga tetap terjaga.


